Hewan Kurban yang Paling Utama

  • Reading time:6 Menit
  • 33 View

Pertanyaan:

Manakah yang lebih utama untuk dijadikan hewan kurban? Sapi atau kambing? Lalu jika sapi lebih utama dari kambing apakah iuran sapi lebih utama dari pada 1 ekor kambing untuk 1 orang?


Jawaban:

Ulama berbeda pendapat manakah yang paling utama untuk dijadikan hewan kurban, apakah kambing atau unta/sapi?

Pendapat Pertama:

Bahwa yang paling utama untuk dijadikan hewan kurban adalah unta, lalu sapi, lalu kambing. Ini adalah pendapat imam Abu Hanifah, Asy-Syafi’i[1]Al-Umm (2/246), Al-Muhadzdzab (1/433), Al-Hawi Al-Kabir (15/77), Mukhtashar Al-Muzani (8/291) , Ahmad[2]Al-Mughni (9/438-439) , Daud Azh-Zhahiri, Asyhab[3]Adz-Dzakhirah (4/144) dan Ibnu Sya’ban. [4]Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193), Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (8/398)

Dalil Pendapat Ini:

Pendapat ini berdalil dengan keumuman sabda Nabi ﷺ di mana beliau bersabda:

«من راح في الساعة الأولى فكأنما قرب بدنة، ومن راح في الساعة الثانية فكأنما قرب بقرة، ومن راح في الساعة الثالثة فكأنما قرب كبشا»

“Barangsiapa berangkat (ke masjid pada hari Jumat) pada gelombang pertama maka seakan-akan dia bersedekah seekor unta, dan barangsiapa berangkat pada gelombang kedua maka seakan-akan dia bersedekah seekor sapi, dan barangsiapa berangkat pada gelombang ketiga maka seakan-akan dia bersedekah seekor kambing.”[5]Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2/3) No. 881 dan Muslim (2/582) No. 850

Sisi pendalilan dari hadits tersebut adalah:

Bahwasanya Rasulullah ﷺ mengumpamakan orang yang berangkat ke masjid pada hari Jumat di awal waktu dengan orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan seekor unta, kemudian yang datang setelahnya ibarat orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan seekor sapi, dan seterusnya. Ini jelas menunjukkan bahwa pahala mendekatkan diri kepada Allah dengan seekor unta lebih besar dari pada mendekatkan diri kepadaNya dengan seekor sapi dan seterusnya, hal ini semestinya berlaku untuk segala jenis pendekatan diri kepada Allah termasuk kurban.

Namun imam Malik mengatakan bahwa itu hanya berlaku untuk hadyu dan tidak berlaku untuk kurban; hal ini agar tidak terjadi benturan antara sabda Nabi ﷺ dan fiilnya.

Pendapat kedua:

Bahwa yang paling utama adalah kambing, kemudian sapi, kemudian unta. Ini adalah pendapat imam Malik.[6]Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193), Adz-Dakhirah 4/143)

Dalil pendapat ini:

Bahwasanya tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkurban kecuali dengan seekor kambing.

Namun hal ini dibantah oleh pendapat pertama bahwa: Ada riwayat yang menunjukkan Rasulullah ﷺ berkurban dengan kambing juga dengan unta, maka jika bantahan ini benar seharusnya kita mengambil pendapat yang mengatakan bahwasanya unta lebih utama dari kambing.[7]Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193)

Pendapat ketiga:

Yang paling utama adalah yang  paling besar, dagingnya paling banyak dan paling bagus, ini adalah pendapat sebagian Hanafiyah, dan menurut sebagian mereka jika value kambing dan unta sama maka kambing yang lebih utama sebab dagingnya lebih bagus.[8]Duraru Al-Hukkaam Syarh Ghurari Al-Ahkaam (1/269)

Dalil pendapat ini:

Karena kurban merupakan tunggangan di akhirat, hal ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ:

«عظموا ضحاياكم فإنها على الصراط مطاياكم»

“Besarkanlah hewan kurban kalian, karena ia akan menjadi tunggangan kalian di atas shirat”[9]Hadits ini dicantumkan oleh Al-Kasani dalam kitab Badai’ Ash-Shanai’ (5/80), derajat hadits ini bermasalah, Ibnu Hajar berkata: “Aku tidak pernah melihatnya” (At-Talkhis … Baca selengkapnya  Derajat hadits tersebut bermasalah, lihat catatan kaki.

Maka semakin besar tunggangan, akan semakin mampu melintasi shirat.[10]Badai’ Ash-Shanai’ (5/80)

Sebab Perbedaan Pendapat:

  • Adanya benturan antara qiyas dengan dalil fiil yang dilakukan oleh Nabi ﷺ, adapun dalil fiil yang dimaksud adalah tidak adanya riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ berkurban selain dengan kambing, maka hal itu seakan menunjukkan bahwa kambing lebih utama untuk dijadikan kurban seperti yang disampaikan oleh sebagian orang. Adapun qiyas yang dimaksud adalah: Bahwasanya kurban termasuk dalam jenis mendekatkan diri kepada Allah dengan binatang, maka semestinya yang paling utama dalam kurban adalah unta, sebagaimana halnya yang paling utama dalam hadyu adalah unta.
  • Apakah kambing yang merupakan sembelihan agung yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim adalah sunah yang berlaku hingga sekarang ini dan apakah itu kurban? Yang berpendapat bahwa itu berlaku sampai saat ini maka dia akan berpendapat bahwasanya kambing lebih utama. Dan yang berpendapat bahwa sunah tersebut tidak berlaku untuk umat ini maka dia akan berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim tidak bisa dijadikan dalil untuk mengatakan bahwa kambing lebih utama dari yang lainnya.[11]Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193)

Lalu Manakah Pendapat yang Paling Kuat?

Al-Lajnah Ad-Da’imah pernah ditanya tentang masalah manakah yang lebih utama untuk dijadikan kurban, kambing atau sapi?

Lalu Al-Lajnah Ad-Da’imah menjawab:

“Yang lebih utama untuk dijadikan kurban adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing, kemudian iuran unta atau sapi, hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ

«من راح في الساعة الأولى فكأنما قرب بدنة، ومن راح في الساعة الثانية فكأنما قرب بقرة، ومن راح في الساعة الثالثة فكأنما قرب كبشا»

“Barangsiapa berangkat (ke masjid pada hari Jumat) pada gelombang pertama maka seakan-akan dia bersedekah seekor unta, dan barangsiapa berangkat pada gelombang kedua maka seakan-akan dia bersedekah seekor sapi, dan barangsiapa berangkat pada gelombang ketiga maka seakan-akan dia bersedekah seekor kambing.”[12]Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2/3) No. 881 dan Muslim (2/582) No. 850

Sisi pendalilan dari hadits tersebut adalah:

Adanya selisih keutamaan dalam hal mendekatkan diri kepada Allah antara mendekatkan diri kepadaNya dengan unta, sapi, dan kambing. Serta tidak diragukan lagi bahwa kurban termasuk amalan paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah. Demikian juga karena unta memiliki harga yang lebih mahal, daging yang lebih banyak dan manfaat yang lebih besar, ini merupakan pendapat 3 imam, Abu Hanifah, Asy-Syafi’i dan Ahmad.

Adapun imam Malik dia berpendapat bahwa yang paling utama adalah kambing, lalu sapi, lalu unta; karena Nabi ﷺ berkurban dengan dua ekor kambing sedangkan Nabi tidak akan melakukan sesuatu kecuali sesuatu tersebut adalah yang paling utama.

Jawaban untuk dalil imam Malik tersebut adalah: Bahwa Nabi ﷺ kadang memilih yang tidak utama dengan tujuan mempermudah umatnya; karena semua umatnya mencontohnya dan Nabi ﷺ tidak ingin memberatkan mereka, sedangkan Nabi juga telah menjelaskan keutamaan unta dibanding sapi dan kambing seperti yang telah disebutkan tadi, wallahu a’lam.”[13]Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (11/398)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata:

“Kurban yang paling utama adalah unta, kemudian sapi jika untuk satu orang, kemudian kambing, kemudian sepertujuh (patungan) unta, kemudian sepertujuh (patungan) sapi.”[14]Ahkaamu Al-Udlhiyah wa Adz-Dzakaah (229)

Lalu Manakah Kurban yang Paling Utama, Patungan Sapi atau Satu Ekor Kambing untuk 1 Orang?

Yang lebih utama adalah berkurban dengan seekor kambing untuk sendiri dari pada berkurban seekor unta atau sapi secara patungan.

Asy-Syirazi berkata: “Satu ekor kambing lebih baik dari pada iuran 7 orang untuk satu ekor unta atau sapi karena dengannya dia menumpahkan darah sepenuhnya untuk dirinya.”[15]Al-Muhadzdzab (1/433)

Ibnu Qudamah berkata: “Satu ekor kambing lebih baik dari pada patungan unta, karena tujuan berkurban adalah menumpahkan darah dan orang yang berkurban sendirian artinya dia mendekatkan diri kepada Allah dengan menumpahkan darah sepenuhnya, lalu kibas adalah jenis kambing yang paling utama karena kibas merupakan hewan yang dikurbankan oleh Nabi ﷺ, kibas juga memiliki kualitas daging terbaik.”[16]Al-Mughni (9/439)

Demikian juga hal ini disampaikan oleh Al-Lajnah Ad-Da’imah dan Ibnu Al-Utsaimin seperti telah dipaparkan di atas.[17]Islam Q & A

Kesimpulan:

  • Yang paling utama untuk dijadikan kurban adalah unta, lalu sapi, lalu kambing.
  • Lebih utama berkurban 1 ekor kambing untuk 1 orang dari pada patungan 1 ekor sapi untuk beberapa orang.

Referensi

Referensi
1Al-Umm (2/246), Al-Muhadzdzab (1/433), Al-Hawi Al-Kabir (15/77), Mukhtashar Al-Muzani (8/291)
2Al-Mughni (9/438-439)
3Adz-Dzakhirah (4/144)
4Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193), Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (8/398)
5Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2/3) No. 881 dan Muslim (2/582) No. 850
6Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193), Adz-Dakhirah 4/143)
7Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193)
8Duraru Al-Hukkaam Syarh Ghurari Al-Ahkaam (1/269)
9Hadits ini dicantumkan oleh Al-Kasani dalam kitab Badai’ Ash-Shanai’ (5/80), derajat hadits ini bermasalah, Ibnu Hajar berkata: “Aku tidak pernah melihatnya” (At-Talkhis Al-Habir 4/341), Al-Albani berkata: “Lafazh hadits ini tidak ada asalnya dan Ibnu Ash-Shalah berkata: ‘Hadits tersebut tidak dikenal dan tidak tsabit'” (As-Silsilah Adl-Dla’ifah 1/173 No. 74)
10Badai’ Ash-Shanai’ (5/80)
11Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid (2/192-193)
12Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2/3) No. 881 dan Muslim (2/582) No. 850
13Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (11/398)
14Ahkaamu Al-Udlhiyah wa Adz-Dzakaah (229)
15Al-Muhadzdzab (1/433)
16Al-Mughni (9/439)
17Islam Q & A

Mohammad Ridwanullah

Founder www.zaad.my.id | Author | Web Developer | Alumni Darul Ihsan Sana Daja & Ma'had Al-Ittihad Al-Islami Camplong. Melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Syariah di LIPIA Jakarta. Melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syariah jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh di LIPIA Jakarta.

Tinggalkan Balasan