Salam, Adab dan Keutamaannya

  • Reading time:8 Menit
  • 75 View

Ucapan salam yang tampak remeh memiliki banyak sekali keuatamaan yang pastinya sebagian besar dari kita telah mengetahuainya, ucapan salam yang singkat memiliki peran besar dalam menumbuhkan rasa cinta antar sesama muslim, dalam bebererapa hadits Rasulullah ﷺ telah menyampaikan tentang keutamaan serta adab mengucapkan salam.

Beberapa Ayat dan Hadits Tentang Adab Mengucapkan Salam:

Dalam kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan beberapa hadits yang berbicara tentang adab mengucapkan salam, yang kemudian pada pembahasan berikutnya saya akan menyampaikan beberapa hadits yang berbicara tentang keutamaan mengucapkan salam.

Dalam beberapa hadits Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kepada kita etika dan tata cara mengucapkan salam, di antara adab-adab tersebut adalah:

  • Mengucapkan salam ke sesama Muslim siapa pun orangnya, baik di kenal atau tidak.

عن عبد الله بن عمرو: أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه وسلم: أي الإسلام خير؟ قال: «تطعم الطعام، وتقرأ السلام على من عرفت، وعلى من لم تعرف»

Dari Abdullah bin Amr bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ: “Islam manakah yang paling baik?” Beliau menjawab: “Engkau memberi makan orang lain, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.”[1]HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6236

  • Tidak mengucapkan salam kepada non muslim

Dalam hal ini Rasulullah ﷺ bersabda:

«لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام، فإذا لقيتم أحدهم في طريق، فاضطروه إلى ‌أضيقه»

“Janganlah kalian memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani, dan jika kalian berjumpa dengan mereka di jalan sempitkanlah jalan mereka.”[2]HR. Muslim (4/1707) No. 2167

  • Jika non muslim mengucapkan salam, maka cukup dijawab dengan “wa ‘alikum”

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا: وعليكم»

“Jika ahli kitab mengucakpan salam kepada kalian maka jawablah: ‘Wa ‘alaikum'”[3]HR. Al-Bukhari  (8/57) No. 6258

  • Yang berkendara mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki dan seterusnya

Yang berkendara mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang lebih banyak, yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, Rasulullah ﷺ bersabda:

«يسلم الصغير على الكبير، والمار على القاعد، والقليل على الكثير»

“Yang lebih kecil mengucapkan salam kepada yang lebih besar, yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada orang duduk, dan rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang lebih banyak.”[4]HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6231

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda:

«يسلم الراكب على الماشي، والماشي على القاعد، والقليل على الكثير»

“Orang yang berkendara mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, yang berjalanan kaki mengucapkan salam kepada orang yang yang duduk, dan rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang banyak”[5]HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6232

  • Mengucapkan salam setiap berjumpa kembali setelah terpisah

Jika dua orang muslim atau lebih berjumpa maka hendaklah mengucapkan salam, kemudian jika terpisah sejenak baik karena ada pohon, tembok atau batu yang menghalangi, dianjurkan saat berjumpa kembali mengucapkan salam.

Jika seseorang sudah mengucapkan salam kemudian terpisah sejenak maka hendaknya mengucapkan salam kembali saat bertemu kembali.

«إذا لقي أحدكم أخاه فليسلم عليه، فإن حالت بينهما شجرة أو جدار، أو حجر ثم لقيه فليسلم عليه أيضا»

“Jika salah seorang di antara kalian berjumpa dengan saudaranya lalu mengucapkan salam kepadanya, jika keduanya terhalang oleh pohon atau tembok atau batu kemudian berjumpa kembali maka hendaknya mengucapkan salam lagi kepadanya.”[6]HR. Abu Daud (4/351) No. 5200

  • Mengucapkan salam dengan lengkap

Hendaknya mengucapkan salam dengan lengkap, semakin lengkap salam semakin besar pahalanya. HR. Abu Daud, 5195)

أن رجلا جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: السلام عليكم، قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «عشر» ثم جاء آخر فقال: السلام عليكم ورحمة الله، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «عشرون». ثم جاء آخر فقال: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «‌ثلاثون»

“Bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata: ‘Assalamu’alaikum’, kemudian Nabi ﷺ bersabda: ‘Sepuluh.’ Setelah itu datang laki-laki lain seraya berkata: ‘Assalamu’alaikum wa rahmatullah,’ kemudian Nabi ﷺ bersabda: ‘Dua puluh.’ Lalu datang laki-laki lain seraya mengucapkan: ‘Asssalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,’ lalu Nabi ﷺ bersabda: ‘tiga puluh.'[7]HR. At-Tirmidzi (5/52) No. 2689

  • Menjawab salam dengan salam yang lebih baik atau yang serupa.

Misalnya: Jika ada yang mengucapkan “Assalamu’alaikum” maka jawaban kita: “Wa’alaikumussalam wa rahmatullah” atau “Wa’alaikumussalam” jika ada yang mengatakan “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” maka jawaban kita: “Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh” atau “Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.” Allah berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”[8]QS. An-Nisa (86)

 

Beberapa Hadits Tentang Keutamaan Salam:

Setelah sebelumnya saya membahas beberapa hadits yang berbicara tentang adab mengucapkan dan menjawab salam, dalam pembahasan ini saya akan menyampaikan beberapa hadits yang berbicara tentang keutamaan mengucapkan salam, ada banyak sekali keutamaan mengucapkan dan menebarkan salam, di antaranya:

  • Menebarkan salam menumbuhkan rasa cinta

Salam merupakan salah satu sebab tumbuhnya rasa cinta di antara sesama muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

««لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم؟ أفشوا السلام بينكم»

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah sempurna iman kalian sasmpai kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepada kalian satu hal di mana jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? Terbarkanlah salam di antara kalian.”[9]HR. Muslim (1/74) No. 54

  • Salam, salah satu sebab masuk surga

Selain dapat menumbuhkan rasa cinta antar sesama muslim, menebarkan salam juga merupakan salah satu sebab masuknya seseorang ke surga, Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ»

“Wahai sekalian manusia! Tebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang tertidur lelap niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”[10]HR. Ibnu Majah (1/423) N0. 1334

  • Besarnya pahala menebarkan salam, semakin lengkap semakin banyak pahalanya.

Mengucapkan “Assalamualaikum” bernilai 10, mengucapkan “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” bernilai 20, mengucapkan “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakahtuh” bernilai 30.

أن رجلا جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: السلام عليكم، قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «عشر» ثم جاء آخر فقال: السلام عليكم ورحمة الله، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «عشرون». ثم جاء آخر فقال: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: «‌ثلاثون»

“Bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata: ‘Assalamu’alaikum’, kemudian Nabi ﷺ bersabda: ‘Sepuluh.’ Setelah itu datang laki-laki lain seraya berkata: ‘Assalamu’alaikum wa rahmatullah,’ kemudian Nabi ﷺ bersabda: ‘Dua puluh.’ Lalu datang laki-laki lain seraya mengucapkan: ‘Asssalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,’ lalu Nabi ﷺ bersabda: ‘tiga puluh.'[11]HR. At-Tirmidzi (5/52) No. 2689

  • As-Salam adalah satu nama Allah

As-Salam adalah salah satu asma Allah yang Allah turunkan ke bumi, karenanya Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk menebarkannya.

قال النبي صلى الله عليه وسلم: «‌أن ‌السلام ‌اسم من أسماء الله تعالى، وضعه الله في الأرض، فأفشوا السلام بينكم»

Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya As-Salam adalah satu nama dari nama-nama Allah yang Dia turunkan ke bumi, maka terbarkanlah salam di antara kalian.”[12]HR. Al-Bukhari dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad (380) No. 989/764

  • Mengucapkan salam baik kepada orang yang dikenal atau tidak merupakan ciri keislaman yang terbaik

عن عبد الله بن عمرو: أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه وسلم: أي الإسلام خير؟ قال: «تطعم الطعام، وتقرأ السلام على من عرفت، وعلى من لم تعرف»

Dari Abdullah bin Amr bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ: “Islam manakah yang paling baik?” Beliau menjawab: “Engkau memberi makan orang lain, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.”[13]HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6236

  • Salam merupakan hak sesama muslim ketika mereka berjumpa.

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa hak seorang muslim atas muslim lainnya ada 6 hal, di mana salah satunya adalah salam. Rasulullah ﷺ bersabda:

«حق المسلم على المسلم ست» قيل: ما هن يا رسول الله؟، قال: «إذا لقيته فسلم عليه، وإذا دعاك فأجبه، وإذا استنصحك فانصح له، وإذا عطس فحمد الله فسمته، وإذا مرض فعده وإذا مات فاتبعه»

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya: “Apa saja yang enam tersebut wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka hadirlah, jika dia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat, jika dia bersin lalu memuji Allah maka jawablah, jika dia sakit maka jenguklah dan jika dia meninggal maka iringilah jenazahnya.”[14]HR. Muslim (4/1705) No. 2162

  • Orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang mengawali mengucapkan salam.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إن أولى الناس بالله من بدأهم بالسلام»

Rasululullah bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang mengawali mengucapkan salam kepada mereka yang lain.”[15]HR. Abu Daud (4/351) No. 5197

  • Menjawab salam merupakan hak jalan yang harus dipenuhi.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إياكم والجلوس بالطرقات» فقالوا: يا رسول الله، ما لنا من مجالسنا بد نتحدث فيها، فقال: «إذ أبيتم إلا المجلس، فأعطوا الطريق حقه» قالوا: وما حق الطريق يا رسول الله؟ قال: «غض البصر، وكف الأذى، ورد السلام، والأمر بالمعروف، والنهي عن المنكر»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radliyallahu ‘anh bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah oleh kalian semua duduk-duduk di pinggir jalan.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah ﷺ kami harus melakukannya karena itu merupakan tempat berkumpul kami untuk ngobrol satu sama lain di sana.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika kalian harus duduk di sana maka penuhilah hak jalan.” Mereka bertanya: “Dan apakah hak jalan itu wahai Rasulullah ﷺ?” Beliau menjawab: “Menjaga pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, beramar makruf dan nahi mungkar.”[16]HR. Al-Bukhari (8/51) No. 6229

  • Keutamaan salam membuat orang-orang Yahudi iri kepada kita

عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَا حَسَدَتْكُمُ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ، مَا حَسَدَتْكُمْ عَلَى السَّلَامِ وَالتَّأْمِينِ»

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha dari Nabi ﷺ beliau bersabda: “Orang-orang Yahudi tidaklah iri kepada kalian melebihi irinya mereka pada salam dan ucapan amin.”[17]HR. Ibnu Majah (1/278) No. 856

Hukum Mengucapkan dan Menjawab Salam

Memulai salam hukumnya sunah dan menjawabnya merupakan fardu ain atau fardu kifayah, fardu ain jika yand diucapkan salamm hanya sendiri dan fardu kifayah jika lebih dari satu orang. Maka jika ada yang mengucapkan salam kepada Anda dan Anda hanya sendirian, wajib bagi Anda menjawabnya; jika tidak maka Anda berdosa. Dan jika ada yang mengucapkan salam kepada Anda sedang Anda lebih dari 1 orang, misalnya 2 orang bersama kawan, atau dalam rombongan, maka salah satu dari kalian wajib menjawabnya, jika tidak maka berdosalah semuanya.[18]Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab (4/594)


Kesimpulan:

Ada banyak sekali hadits yang berbicara tentang etika dan adab yang berkenaan dengan mengucapkan dan menjawab salam, demikian juga ada banyak sekali nash-nash yang berbicara tentang keutamaan mengucapkan dan menebarkan salam baik yang disampaikan oleh Nabi ﷺ dalam haditsnya atau yang terdapat dalam nash-nash lainnya, di antaranya adab dan etika mengucapkan salam adalah:

  • Mengucapkan salam kepada sesama muslim tanpa tebang pilih, baik yang dikenal atau pun tidak.
  • Tidak mengucapkan salam kepada non muslim.
  • Jika non muslim mengucapkana salam maka cukup dijawab dengan “Wa ‘alaikum.”
  • Yang berkendara mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, yang muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang lebih banyak.
  • Mengucapkan salam lagi setiap setiap kali berpisah dan berjumpa kembali, sekali pun hanya berpisah dalam waktu yang sangat singkat.
  • Mengucapkan salam dengan lengkap, semakin lengkap salam semakin besar pahala yang kita dapatkan.
  • Jika ada orang yang mengucapkan salam kepada kita maka jawablah dengan salam yang serupa atau yang lebih lengkap dan lebih baik.

Selain itu, ada banyak hadits yang menunjukkan keutamaan mengucapkan dan menebarkan salam, di sekian banyak keutamaan salam yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ di dalam haditsnya adalah:

  • Menebarkan salam dapat menumbuhkan rasa cinta antar sesama muslim.
  • Menebarkan salam merupakan salah satu sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
  • Besarnya pahala menebarkan salam, semakin lengkap salam semakin besar pula pahalanya.
  • Mengucapkan salam kepada setiap muslim tanpa tebang pilih merupaka salah satu ciri baiknya keislamannya.
  • Mengucapkan salam saat berjumpa merupakan hak bagi setiap setiap muslim atas saudaranya.
  • Orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang pertama kali mengucapkan salam saat berjumpa satu sama lain.
  • Menjawab salam merupakan hak jalan yang harus dipenuhi
  • Besarnya keutamaan salam, sehingga membuat orang Yahudi iri kepada kita.

Demikian pembahasan singkat seputar hadits tentang keutamaan dan adab mengucapkan salam, semoga bermanfaat untuk kita semua.

والله تعالى أعلى وأعلم

Referensi

Referensi
1HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6236
2HR. Muslim (4/1707) No. 2167
3HR. Al-Bukhari  (8/57) No. 6258
4HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6231
5HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6232
6HR. Abu Daud (4/351) No. 5200
7HR. At-Tirmidzi (5/52) No. 2689
8QS. An-Nisa (86)
9HR. Muslim (1/74) No. 54
10HR. Ibnu Majah (1/423) N0. 1334
11HR. At-Tirmidzi (5/52) No. 2689
12HR. Al-Bukhari dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad (380) No. 989/764
13HR. Al-Bukhari (8/52) No. 6236
14HR. Muslim (4/1705) No. 2162
15HR. Abu Daud (4/351) No. 5197
16HR. Al-Bukhari (8/51) No. 6229
17HR. Ibnu Majah (1/278) No. 856
18Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab (4/594)

Mohammad Ridwanullah

Founder www.zaad.my.id | Author | Web Developer | Alumni Darul Ihsan Sana Daja & Ma'had Al-Ittihad Al-Islami Camplong. Melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Syariah di LIPIA Jakarta. Melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syariah jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh di LIPIA Jakarta.

Tinggalkan Balasan