Akibat serta Pengaruh dari Dosa dan Kemaksiatan

  • Reading time:11 Menit
  • 76 View

Akibat serta Pengaruh dari Dosa dan Kemaksiatan

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ به من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، وصفيه من خلقه وخليله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه واقتفى أثره إلى يوم الدين. أما بعد.

فقد قال تعالى في كتابه العزيز:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ۝

وقال: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ۝

وقال: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ۝

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هديُ محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمور محدثاتُها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati oleh Allah ﷻ

Marilah pada kesempatan kali ini kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ sebagai bekal untuk kita menghadapNya kelak, serta mari kita meningkatkan syukur kita kepada Allah ﷻ atas segala karuniaNya yang telah diberikan kepada kita. Tidak lupa juga memperbanyak shalawat dan salam atas Rasulullah ﷺ.

Hadirin yang dirahmati Allah ﷻ, mari kita melihat sekitar, mari membuka mata kita untuk sejenak melihat apa yang terjadi. Kita melihat bencana di mana-mana, huru-hara di mana-mana, banjir, gempa bumi, longsor, tsunami, bahkan bencana yang sedang menimpa hampir seluruh umat manusia saat ini, Covid19 yang tak kunjung berakhir.

Hidup di zaman yang semakin modern dengan segala perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan perkembangan-perkembangan lainnya tidak membuat kita merasa lebih aman, tidak membuat kita merasa lebih nyaman, tidak membuat kita merasa lebih tenteram. Bahkan kita melihat hidup kita yang semakin dihantui ketakutan seakan kita semua dan seluruh alam semesta telah diharamkan oleh Allah ﷻ untuk mendapatkan nikmat rasa aman.

Sayang sekali, banyaknya musibah dan malapetaka di sekitar kita tidak lantas membuat kita ingat dan kembali kepada Allah ﷻ, kita terlalu banyak berfilosofi akan sebab terjadinya bencana, misalnya sekarang ini kita terlalu sibuk memikirkan dari mana sebuah virus berasal sampai kita melupakan apa yang sebenarnya menjadi penyebab terjadinya malapetaka ini. Sehingga mungkin sebagian dari kita atau bahkan banyak dari kita yang merasa kaget setelah mengetahui bahwasanya sebab di balik semua bencana dan malapetaka ini adalah dosa-dosa kita sendiri.

Allah ﷻ berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ۝

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan yang disebabkan oleh ulah tangan manusia.”

Kenapa Allah ﷻ tampakkan kerusakan di daratan dan di lautan?

لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا

“Karena Allah ﷻ ingin manusia merasakan sebagian akibat dari apa yang mereka lakukan”

Jadi kerusakan yang terjadi di mana-mana, musibah, malapetaka, bencana alam dan semuanya itu “Hanya sebagian” hasil dari ulah tangan manusia, bagaimana jika Allah ﷻ tampakkan seluruhnya?

Apa tujuan Allah ﷻ membuat manusia merasakan itu?

لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Agar mereka kembali” kepada Allah ﷻ, bertobat, meminta ampun atas segala dosa yang telah dilakukan.

Namun sekali lagi, sangat disayangkan jarang dari kita menyadari hal ini, terlalu disibukkan dengan filosofi hingga apa yang terjadi saat ini tidak memberi efek jera yang membuat kita kembali ke jalan yang benar.

Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۝

“Musibah apa pun yang menimpa kalian maka itu adalah akibat dari ulah tangan kalian, dan Dia banyak sekali memaafkan kesalahan-kesalahan”

Betapa gamblang ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa bencana tidaklah terjadi jika tidak disebabkan oleh dosa-dosa manusia.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah ﷺ juga bersabda:

«يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا ‌فَشَا ‌فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ»

”Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal di mana jika kalian diuji dengannya -dan aku berlindung kepada Allah ﷻ agar kalian tidak pernah mendapatinya-”

Apa saja lima hal tersebut?

Yang pertama: Tidaklah tampak perbuatan keji pada suatu kaum hingga mereka berani melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah dan penyakit yang tidak pernah diderita oleh orang-orang sebelum mereka.

Ya, inilah yang kita lihat di zaman ini. Zina yang merebak di mana-mana, mereka bahkan berani melakukannya terang-terangan, tidak ada rasa malu kepada Allah ﷻ, tidak ada rasa malu kepada umat manusia dan inilah hasil yang dilihat oleh manusia sekarang ini. Tersebarnya virus HIV, dan yang terbaru tersebarnya wabah Covid19 menjadi bukti nyata dari sabda Rasulullah ﷺ tersebut.

Yang kedua: Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.

Yang ketiga: Tidaklah mereka enggan untuk membayar zakat harta mereka kecuali mereka akan terhalang untuk mendapatkan hujan dari langit, jika bukan karena binatang ternak niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan.

Belakangan ini juga kita sering mendengar kabar adanya kekeringan di banyak daerah, hujan tidak turun, mata air berhenti mengalir, tanaman mengering, binatang ternak mulai kehausan dan para manusia pun mulai merasakan kekeringan. Apa sebabnya? Banyaknya orang yang menolak untuk membayar zakat harta mereka. Seandainya bukan karena Allah ﷻ menyayangi binatang ternak niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan. Allah ﷻ…. hujan yang turun bukan untuk umat manusia, bukan untuk mereka yang menolak membayar zakat, tapi untuk binatang ternak yang Allah ﷻ kasihi.

Yang keempat: Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah ﷻ dan RasulNya, kecuali Allah ﷻ akan menjadikan dikuasai oleh musuh yang bukan kalangan mereka (orang kafir) lalu mengambil sebagian yang mereka miliki

Yang kelima: Dan jika pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitabullah dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah ﷻ (syariat Islam), melainkan Allah ﷻ akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah ﷻ, ketahuilah bahwa dosa-dosa itu dapat menurunkan bencana, dapat menghapus nikmat Allah ﷻ, dapat menahan doa-doa kita, dapat memupuskan harapan-harapan kita, tidak ada satu pun bencana di muka bumi yang menimpa manusia secara individu ataupun secara kolektif kecuali sebagai akibat dari apa yang telah dilakukan oleh manusia sendiri.

Di antara akibat serta pengaruh dari dosa dan kemaksiatan yang paling berbahaya adalah:

Bahwasanya dosa-dosa dapat mematikan hati serta menghalangi hati manusia dari Allah ﷻ.

Mungkin seseorang jarang menyadari hal ini meskipun banyak sekali menimpa dirinya, dia tidak menyadari dan bertanya-tanya:

“Kenapa saya tidak mampu melaksanakan shalat malam? Kenapa saya tidak bisa menjaga shalat subuh saya? Kenapa saya tidak mampu memalingkan pandangan dari hal-hal yang haram? Kenapa saya tidak bisa menahan lidah saya agar berhenti ghibah dan namimah? Agar berhenti berdusta? Kenapa saya tidak bisa berbakti kepada kedua orang tua saya? Kenapa saya tidak bisa menyambung tali persaudaraan? Kenapa saya tidak mampu bersedekah, tidak berinfak walaupun hanya 1000 rupiah padahal saya memiliki uang? Kenapa berat sekali rasanya melakukan ketaatan-ketaatan seakan ada hal yang menghalangi antara saya dengan ketaatan?”

Apa jawabannya?

“Periksa dosa-dosa yang dilakukan!”

Seorang laki-laki datang kepada Ali bin Abi Thalib seraya berkata:

يا علي، حرمت من الصلاة بالليل ولا أدري لذلك سببا

“Wahai Ali, aku terhalang dari melaksanakan shalat malam dan aku tidak tahu apakah sebabnya.”

Lalu Ali bin Abi Thalib menjawab:

أنت رجل قد قيدتك ذنوبك

“Engkau seorang yang telah dibelenggu oleh dosa-dosamu.”

Wahai engkau yang merasa terhalang untuk menangis karena takut kepada Allah ﷻ, wahai engkau yang merasa terhalang dari lezatnya bermunajat kepada Allah ﷻ, wahai engkau yang merasa terhalang dari shalat-shalat sunah, wahai engkau yang merasa terhalang untuk berbuat ketaatan, engkau adalah orang yang telah dibelenggu oleh dosa-dosamu! Engkau adalah orang yang telah dibelenggu oleh dosa-dosamu!

Hati yang tampak kecil dibandingkan keseluruhan tubuh kita merupakan simbol kehidupan kita, merupakan hakikat seorang manusia. Hati memiliki kontrol penuh terhadap seluruh anggota tubuh manusia, hati adalah pemimpin sedangkan anggota tubuh yang lain hanyalah pembantu dan bala tentaranya. Karenanya jika hati itu baik maka baiklah seluruh jasad, dan ketika hati itu buruk maka buruklah seluruh jasad. Setiap manusia memiliki bentuk hati yang sama, akan tetapi setiap manusia memiliki hakikat hati yang berbeda-beda.

Ingatlah bahwa Ibnul Qayyim berkata:

“Ketahuilah bahwa amalan-amalan itu berbeda derajatnya di hadapan Allah ﷻ berdasarkan perbedaan yang ada di hati manusia, bukan karena banyaknya amalan atau bentuknya. Bisa jadi bentuk amalan itu sama akan tetapi terdapat selisih derajat di antara keduanya sejauh langit dan bumi, bisa jadi dua orang shalat berdiri di shaf yang sama tapi selisih pahala yang mereka dapatkan seperti jarak langit dan bumi.”

Ya, bisa jadi kita yang sama-sama berada di shaf depan sekarang ini memiliki selisih pahala satu sama lain dengan selisih yang begitu jauh, sejauh langit dan bumi. Kita yang sama-sama menyisihkan uang 1000 rupiah di kotak amal masjid ini memiliki selisih pahala sejauh langit dan bumi, apa sebabnya? Perbedaan iman yang ada di hati kita, perbedaan keikhlasan, semakin sehat hati kita, semakin tinggi iman dan keikhlasan kita semakin tinggi pula derajat amalan kita di hadapan Allah ﷻ.

Mungkin ada dari kita yang berkata: “Betapa sering kita bermaksiat kepada Allah ﷻ tetapi Allah ﷻ tidak pernah menghukum kita!”

Padahal: “Betapa sering Allah ﷻ menghukum kita akan tetapi kita tidak menyadarinya! Seberapa jauh kita dari ketaatan maka seberat itulah hukuman yang kita terima tanpa kita sadari! Adakah hukuman yang lebih berat dari dihalanginya kita untuk beramal shalih?”

Di antara akibat serta pengaruh dari dosa dan kemaksiatan yang paling berbahaya lainnya adalah:

Bahwa dosa-dosa itu dapat menghapus kenikmatan yang Allah berikan kepada kita ﷻ.

Ada dari kita yang beratanya:

“Kenapa setiap saya membuat proyek selalu rugi? Kenapa setiap saya membuka usaha selalu bangkrut? Kenapa setiap saya bercocok tanam selalu gagal panen?”

Apa sebabnya?
“Dosa!”

Apa dalilnya?

Firman Allah ﷻ dan sabda RasulNya.

Allah ﷻ berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

“Yang demikian itu karena Allah ﷻ tidak mengubah satu nikmat yang telah dianugerahkan kepada sebuah kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

إن العبد ليُحرم الرزق بالذنب يُصيبه

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar akan dihalangi mendapatkan rezeki karena dosa-dosa dia lakukan.”

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda:

إنَّ رُوحَ القُدُسِ نفثَ في رُوعِي ، أنَّ نفسًا لَن تموتَ حتَّى تستكمِلَ أجلَها ، وتستوعِبَ رزقَها ، فاتَّقوا اللهَ ، وأجمِلُوا في الطَّلَبِ ، ولا يَحمِلَنَّ أحدَكم استبطاءُ الرِّزقِ أن يطلُبَه بمَعصيةِ اللهِ ، فإنَّ اللهَ تعالى لا يُنالُ ما عندَه إلَّا بِطاعَتِهِ

“Sesungguhnya roh kudus yaitu Jibril, membisikkan ke dalam hatiku bahwasanya seseorang tidak akan mati sampai dia menyempurnakan ajal dan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah ﷻ dan perbaguslah cara mencari rezeki tersebut. Serta jangan sampai rezeki yang datang terlambat itu membuat kalian ingin mencapainya dengan cara bermaksiat kepada Allah ﷻ karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah ﷻ tidak dapat dicapai kecuali dengan ketaatan.”

Benarkah demikian? Benarkah apa yang di sisi Allah ﷻ tidak bisa dicapai dengan kemaksiatan?

“Lalu bagaimana dengan orang kafir? Saya tidak mengatakan dia muslim tapi bermaksiat, tidak. Dia kafir asli, tidak beriman sama sekali kepada Allah ﷻ dan RasulNya, tetapi meskipun demikian dia hidup bergelimang kenikmatan, harta yang banyak, rumah mewah, gadget mewah, kendaraan mewah, hampir segalanya dia miliki.”

Apa jawabannya?

Dengarkan sabda Nabi ﷺ:

إذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Jika engkau melihat Allah ﷻ memberi kepada seorang manusia segala macam kenikmatan dunia yang dia inginkan sedangkan dia terus bermaksiat kepada Allah ﷻ maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj dari Allah ﷻ.”

Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman Allah ﷻ:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ ۝ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ۝

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam.”

Maka jangan sampai engkau tertipu dengan banyak nikmat sedangkan engkau gemar bermaksiat, Allah ﷻ hanya menunda tapi Allah ﷻ tidak akan membiarkan begitu saja. Hati-hati terhadap istidraj!

Ingat: “Jika apa yang engkau miliki dapat mendekatkan diri kita kepada Allah ﷻ baik itu yang berupa gadget, kendaraan, rumah, anak-anak dan yang lainnya maka ketahuilah bahwa itu adalah nikmat yang harus disyukuri agar senantiasa bertambah. Tapi ingat! Hati-hati! Jika apa yang ada di tanganmu, yang engkau miliki, dapat menjadi penghalang dan menjauhkan antara dirimu dengan Allah ﷻ maka ketahuilah bahwa itu adalah fitnah yang berbentuk nikmat.”

Betapa banyak orang yang mendapatkan istidraj akan tetapi dia tidak menyadari, terfitnah dengan tenggelamnya dalam kenikmatan, sedang dia terus bermaksiat kepada Allah ﷻ.

Di antara akibat serta pengaruh dari dosa dan kemaksiatan yang paling berbahaya yang ketiga adalah:

Bahwa pelakunya akan terhalang dari ilmu, terhalang dari membaca Al-Quran dan memahaminya, terhalang dari memahami hadits-hadits Nabi ﷺ.

Betapa banyak dari kita yang mengeluhkan sulitnya menghafal ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi ﷺ, sulit menghafal pendapat-pendapat ulama yang shalih dan nasihat-nasihat mereka.

Kenapa itu terjadi?

Ibnu Mas’ud berkata:

إني لأحسبُ أن الرجل ينسى العلم يعلمه بالذنب يعملهُ

“Aku betul-betul menyangka bahwa seseorang melupakan ilmu yang telah dia pelajari karena dosa yang dia lakukan.”

Ketika Imam Asy-Syafi’i yang kala itu masih berusia 9 tahun, beliau mampu menghafal kitab Al-Muwattha’ karya guru beliau imam Malik, imam Malik pun takjub dengan kecerdasan imam Asy-Syafi’i seraya berkata:

يا شافعي إني أرى الله قد ألقى على قلبك نوراً فلا تطفأه بظلمة المعصية

“Wahai Syafi’i, sungguh aku melihat Allah ﷻ telah menanamkan cahaya di hatimu maka janganlah engkau memadamkannya dengan gelapnya kemaksiatan.”

Imam Asy-Syafi’i juga berkata dalam syairnya:

شَكَوتُ إِلى وَكيعٍ سوءَ حِفظي ****  فَأَرشَدَني إِلى تَركِ المَعاصي
وَأَخبَرَني بِأَنَّ العِلمَ نورٌ **** وَنورُ اللَهِ لا يُهدى لِعاصي

“Aku mengeluh kepada Waki’ tentang buruknya hafalanku, lalu dia memberiku nasihat agar aku meninggalkan maksiat. Dia memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah ﷻ tidak akan diberikan kepada orang yang gemar bermaksiat.”

Itulah beberapa akibat serta pengaruh dari dosa dan kemaksiatan paling berbahaya yang dilakukan oleh manusia, kenyataannya akibat dan pengaruh dari dosa serta kemaksiatan dilakukan oleh manusia itu sangat banyak namun tentu tidak bisa disampaikan semuanya pada kesempatan kali ini.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر والحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم

Khutbah kedua:

الحمد لله على إحسانه، والشُّكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحدَه لا شريك له تعظيمًا لشأنه، وأشهد أنَّ محمَّدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلَّى الله عليه وعلى آله وصحابته وسلَّم تسليمًا كثيرًا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Tentang akibat serta pengaruh dari dosa dan kemaksiatan terhadap hati manusia dan amalan-amalannya, Ibnul Qayyim berkata:

إذا استنار القلب بنور الطاعة أقبلت وفود الخيرات إليه من كل ناحية فينتقل صاحبه من طاعة إلى طاعة وإذا أظلم القلب بظلمة المعصية أقبلت سحائب البلاء والشر إليه من كل ناحية فينتقل صاحبه من معصية إلى معصية ويًصبح كالأعمى الذي يتخبط في حنادس الظلام

“Jika hati diterangi oleh cahaya ketaatan maka amal kebaikan akan datang kepadanya dari segala penjuru sehingga pemilik hati tersebut akan berpindah dari satu ketaatan ke ketaatan yang lainnya. Akan tetapi jika hati digelapkan oleh gelapnya kemaksiatan maka awan kesengsaraan dan keburukan akan datang kepadanya dari segala penjuru sehingga pemilik hati tersebut akan berpindah-pindah dari satu kemaksiatan ke kemaksiatan lainnya hingga dia menjadi seperti orang buta yang menggelepar di kedalaman kegelapan.”

Karenanya mari kita semua bertobat kepada Allah ﷻ sebelum semua terlambat, sebelum tiba hari di mana harta dan anak-anak tidak lagi berfaedah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إن الله يبسط يده بالليل ليتوب مسيئ النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيئ الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

“Sesungguhnya Allah ﷻ membentangkan kedua tanganNya di waktu malam agar orang-orang yang melakukan dosa di siang hari bertobat, dan Dia membentangkan tangannya di waktu siang agar orang-orang yang melakukan dosa di malam hari bertobat, yang demikian itu terjadi sampai matahari terbit dari barat.”

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات.

اللهم لا تردنا من هذا المقام إلا بذنب مغفور وسعي مشكور وتجارة لن تبور

اللهم استرنا ولا تفضحنا وأكرمنا ولا تهنِّا وكن لنا ولا تكن علينا

اللهم اغفر لنا الذنوب التي تهتك العصم، واغفر لنا الذنوب التي تنزل النقم، واغفر لنا الذنوب التي تحبس الدعاء، واغفر لنا الذنوب التي تقطع الرجاء، واغفر لنا الذنوب التي تُنزل البلاء، واغفر لنا الذنوب التي تبدل النعم، واغفر لنا الذنوب التي تُنزل النقم.

اللهم ارفع عن إندونسيا الغلاء والوباء والبلاء وعن جميع بلاد المسلمين

اللهم اعصم إندونسيا من الفتن ما ظهر منها وما بطن وجميع بلاد المسلمين

اللهم وفق ولات الأمور لكل ما تُحبه وترضاه وارزقهم البطانة الصالحة الناصحة النافعة يا أرحم الراحمين

اللهم اقبلنا وتقبل منا وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ۝ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ ۝ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Mohammad Ridwanullah

Founder www.zaad.my.id | Author | Web Developer | Alumni Darul Ihsan Sana Daja & Ma'had Al-Ittihad Al-Islami Camplong. Melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Syariah di LIPIA Jakarta. Melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syariah jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh di LIPIA Jakarta.

Tinggalkan Balasan