Istighfar, Jaminan Keamanan Untuk Penduduk Bumi

  • Reading time:8 Menit
  • 77 View

Istighfar, Jaminan Keamanan untuk Penduduk Bumi[1]Tema ini terinspirasi dari khutbah Syaikh Muhammad Hassan yang terjemah dan susun ulang dengan banyak perubahan dan tambahan

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ به تعالى من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله، وصفيه من خلقه وخليله، البشير النذير، السراج المزهر المنير، خير الأنبياء مقامَا، وأحسنهم كلاما، لبنة تمامهم، ومسك ختامهم، رافع الإصر والأغلال الداعي إلى خير الأقوال والأعمال والأحوال، الذي بعثه ربه جل وعلا بالهدى ودين الحق بين يدِ الساعة، بشيرا ونذيرا، وداعياً إلى الله بإذنه وسراجاً منيراً، فختم به الرسالة، وعلّم به من الجهالة، وهدى به من الضلالة، وفتح به أعينًا عميا، وآذاناً صما، وقلوبا غلفى، وتركنا على المحجة البيضاء لا يزيغ عنها إلا هالك، اللهم صل وسلم وزد وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وأحبابه وأتباعه وعلى كل من اهتدى بهديه واستنَّ بسنته واقتفى أثره إلى يوم الدين. أما بعد.

فقد قال تعالى في كتابه العزيز:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ۝

وقال: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ۝

وقال: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ۝

فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدي هديُ محمد صلى الله عليه وسلم، وشرَّ الأمور محدثاتُها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati oleh Allah…

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa segala macam musibah, malapetaka dan kehancuran yang terjadi di muka bumi ini tidak lain merupakan akibat dari dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ۝

“Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan yang disebabkan oleh ulah tangan manusia, Allah ﷻ menginginkan agar mereka merasa beberapa akibat dari apa yang telah mereka lakukan agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۝

“Musibah apa pun yang menimpa kalian maka itu adalah akibat dari ulah tangan kalian, dan Dia banyak sekali memaafkan kesalahan-kesalahan.”

Dosa-dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia menjadi penyebab turunnya murka Allah ﷻ, menjadi penyebab matinya hati seseorang, menjadi penyebab semakin jauhnya seseorang dari ketaatan, menjadi penyebab terhalanginya seseorang dari rezeki, menjadi penyebab terhalangnya seseorang untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Lalu apa solusi dari dan jalan keluar dari semua itu?

Jawabannya adalah istighfar.

Istighfar merupakan jaminan keamanan bagi penduduk bumi.

Ya, istighfar adalah jaminan keamanan bagi penduduk bumi, jaminan keamanan dari adzab Allah ﷻ, jaminan keamanan dari malapetaka yang terjadi karena murka Allah ﷻ yang disebabkan oleh dosa-dosa manusia.

Ali bin Abi Thalib berkata:

كان لنا في الأرض أمانان من عذاب الله رُفعَ أحدهما فدونكم الآخر فتمسكوا به

“Dahulu kita memiliki dua jaminan keamanan dari adzab Allah ﷻ, salah satu jaminan keamanan tersebut telah diangkat akan tetapi kalian masih memiliki satu jaminan keamanan yang tersisa maka peganglah erat-erat!”

أما الأمان الذي رُفع فهو رسول الله

“Adapun jaminan keamanan yang telah diangkat adalah Rasulullah ﷺ.”

Keberadaan Rasulullah ﷺ adalah jaminan keamanan bagi manusia. Allah ﷻ tidak akan menurunkan adzab bagi suatu kaum sedangkan Rasulullah ﷺ berada di tengah-tengah mereka. Tapi sebagaimana telah kita ketahui bahwa saat ini Rasulullah ﷺ sudah wafat dan ini berarti satu jaminan keamanan telah Allah ﷻ cabut, hanya satu jaminan keamanan yang tersisa, karenanya peganglah erat-erat.

Apa jaminan keamanan yang tersisa?

Ali bin Abi Thalib melanjutkan.

وأما الأمان الباقي فالاستغفار

“Adapun jaminan keamanan yang tersisa adalah istighfar.”

Kemudian dia membacakan sebuah ayat yang menunjukkan hal tersebut, di mana Allah ﷻ berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ۝

“Allah ﷻ tidak akan mengazab mereka sedangkan engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka, dan Allah ﷻ tidak akan mengazab mereka sedangkan mereka senantiasa beristighfar.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

«العبدُ آمنٌ مِن عذاب الله ما استغفَرَ اللهَ»

“Seorang hamba akan aman dari azab Allah ﷻ selagi dia senantiasa beristighfar.”

Apa buah dari istighfar? Dengarkan firman Allah ﷻ:

 وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ۝

“Dan orang-orang yang ketika melakukan perbuatan keji atau menzhalimi diri mereka sendiri dia mengingat Allah ﷻ lalu meminta ampun untuk dosa-dosa mereka, dan adakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah ﷻ? Mereka pun tidak terus melakukan perbuatan keji tersebut sedang mereka mengetahui.”
Apa balasan bagi pelaku perbuatan keji yang kemudian beristighfar tersebut? Balasannya adalah.

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ

“Mereka akan mendapatkan balasan berupa ampunan dari Tuhan mereka.”

Mereka meminta ampun dan Allah ﷻ pun mengampuni, hanya ampunan balasannya? Tidak, dengarkan kelanjutan ayat tersebut:

وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ۝

“Dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang yang beramal.”

Luar biasa, seorang hamba berdosa lalu meminta ampun kepada Allah ﷻ, dia tidak sekedar mendapatkan ampunan dari Allah ﷻ, dia juga akan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, surga yang begitu indah yang keindahannya tidak bisa dijangkau oleh imajinasi manusia.

Istighfar memiliki faedah yang sangat banyak. Di antara manfaat dan faedah istighfar adalah:

Bahwasanya istighfar adalah pembuka pintu rezeki dan jalan keluar dari segala kesempitan.

Istighfar tidak hanya menjadi jaminan keamanan untuk para penduduk bumi dari terjadinya bencana karena murka Allah ﷻ yang diakibatkan oleh dosa-dosa manusia, tetapi juga dapat menjadi jalan keluar dari setiap kesempitan yang dialami oleh manusia.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia dapat menjadi penghalang rezeki baginya, maka istighfar adalah solusi, istighfar merupakan pembuka pintu rezeki.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«من لزم الاستغفار جعل الله له من كل هم فرجاً ومن كل ضيق مخرجاً ورزقه من حيث لا يحتسب»

“Barang siapa senantiasa beristighfar maka Allah ﷻ akan menjadikan kelapangan dari setiap kegundahan yang dia rasakan, Allah ﷻ akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesempitan yang dia alami, dan Allah ﷻ akan memberinya rezeki dari arah yang tak dia duga.”

Bacalah firman Allah ﷻ:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا ۝ مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا ۝

Nabi Nuh ‘ailaihissalaam berkata:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝

“Mintalah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia maha pengampun.”

Lalu apa buah dari istighfar itu? Perhatikan lanjutan ayat tersebut:

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ۝

“Niscaya Allah ﷻ akan menurunkan hujan lebat yang lebat dari langit untuk kalian.”

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا ۝

“Dia akan memperbanyak anak-anakmu serta harta-hartamu, dan Dia akan mengadakan kebun-kebun serta sungai-sungai untukmu.”

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا ۝

“Mengapa kalian tidak percaya akan kebesaran Allah ﷻ?”

Di antara manfaat dan faedah istighfar lainnya adalah:

Bahwasanya istighfar dapat membersihkan hati kita dan menyehatkan kembali hati kita.

Ketika dosa-dosa dapat menodai dan mematikan hati manusia, dapat membuat seseorang terhalang dari Rabbnya, maka istighfar dapat membersihkan noda-noda di hati yang diakibatkan oleh dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إنَّ المُؤْمنَ إذَا أذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فإن تابَ وَنـزعَ وَاسْتَغْفَرَ صَقَلَتْ قَلْبَهُ، فإنْ زَادَ زَادَتْ حتى تَعْلُو قَلْبَهُ، فَذَلكَ الرَّانُ الَّذي قال الله: كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ۝»

“Sesungguhnya jika seorang mukmin berbuat dosa maka ada satu titik hitam di dalam hatinya, jika dia bertobat, berhenti, dan beristighfar maka hatinya akan bersih kembali, jika dosa-dosanya semakin bertambah maka bertambah pula titik-titik hitam tersebut sampai menutup hatinya, maka itulah yang disebut Ar-Raan di mana Allah ﷻ berfirman:

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak, bahkan di dalam hati mereka terdapat noda hitam atas apa yang telah mereka kerjakan.”

Qatadah rahimahullah berkata:

إن القرآن يدلُّكم على دائكم ودوائكم، أما داؤكم، فذنوبكم، وأما دواؤكم، فالاستغفار

“Sesungguhnya Al-Quran telah memberi tahu kalian tentang penyakit kalian juga telah memberi petunjuk kepada kalian tentang obatnya. Adapun penyakit kalian maka itu adalah dosa-dosa kalian, sedangkan obat untuk kalian adalah istighfar.”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

مِن أعظم أسباب ضِيق الصدرِ الإعراضُ عن الله، والغفلةُ عن ذكره، ولا يزال الاستغفارُ الصادق بالقلب حتى يردَّه بالصحة والسلامة

“Salah satu sebab utama sempitnya dada adalah berpalingnya seseorang dari Allah ﷻ serta kelalaian dalam mengingatNya, namun istighfar dari hati yang tulus dapat menjadikan hati menjadi sehat dan selamat kembali.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Hati yang tidak pernah beristighfar ibarat rumah yang tidak pernah dibersihkan, tidak pernah disapu, tidak pernah dipel, berdebu, menghitam, dipenuhi oleh noda dan kotoran.

Bakr Al-Muzani rahimahullah berkata:

إن أعمال بني آدم تُرفَع، فإذا رفعت صحيفةٌ فيها استغفار رُفِعَت بيضاء، وإذا رُفِعَت ليس فيها استغفارٌ رُفِعَت سوداءَ.

“Sesungguhnya amalan bani Adam akan diangkat, jika catatan amalannya yang diangkat terdapat istighfar maka catatan tersebut diangkat dalam kondisi putih bersih, dan jika catatan amalannya yang diangkat tidak ada istighfar sama sekali maka catatan tersebut diangkat dalam kondisi hitam legam.”

Karenanya ma’asyiral  muslim, mari memperbanyak beristighfar, mari bersihkan noda-noda di hati kita dengan meminta ampun kepada Allah ﷻ, jika Rasulullah ﷺ saja yang dijamin terjaga dari dosa-dosa beliau beristighfar kepada Allah ﷻ lebih dari 70 kali dalam sehari, lalu bagaimana dengan kita yang penuh dosa? Bukankah selayaknya kita lebih giat lagi? Lebih banyak lagi beristighfar?

Rasulullah ﷺ bersabda:

«والله إني لأستغفر الله وأتوب إليه في اليوم أكثر من سبعين مرة»

“Demi Allah ﷻ aku beristighfar kepada Allah ﷻ dan bertobat kepadaNya dalam sehari lebih dari 70 kali.”

Ma’asyiral muslim yang rahimakumullah…

Demi Allah ﷻ jika saja Allah ﷻ ingin menciptakan manusia tanpa dosa seperti halnya Dia menciptakan para malaikat niscaya Allah ﷻ akan melakukannya, tetapi Allah ﷻ ingin menunjukkan kepada kita konsekuensi dari nama-namaNya seperti Al-Ghafur, Al-Ghaffar, Ar-Rahman, Ar-Rahim, jika tidak ada pendosa seperti kita maka kepada siapa ampunan itu diberikan? Bagaimana kita dapat mengetahui makna dari nama-namaNya yang indah tersebut?

Rasulullah ﷺ bersabda:

«والذي نفسي بيده لو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم غيركم يذنبون فيستغفرون الله»

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, andai saja kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah ﷻ memusnahkan kalian dan menggantikan kalian dengan kaum yang berdosa lalu mereka beristighfar kepada Allah ﷻ.”

Hadits ini tidak bermaksud membuka peluang atau memberikan keringanan kepada kita agar kita berbuat dosa, tidak sama sekali; karena perbuatan maksiat dan dosa itu adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah ﷻ, meskipun demikian Allah ﷻ Mengetahui dengan luasnya ilmuNya bahwa maksiat dan dosa itu pasti terjadi dan dilakukan oleh manusia.

Maka maksud dari hadits ini yaitu Allah ﷻ telah menentukan berdasarkan ilmuNya bahwa perbuatan dosa itu mesti terjadi. Apa tujuannya? Tujuannya untuk menampakkan kepada kita konsekuensi dari nama-namaNya yang indah, Al-Ghaffar, At-Tawwab, Al-Ghafur, karena jika tidak ada dosa-dosa yang diampuni maka nama-nama Allah ﷻ tersebut menjadi tidak memiliki makna, dengan demikian ketika seorang mukmin tergelincir pada perbuatan dosa dan kemaksiatan maka dia tidak berputus asa dari rahmat Allah ﷻ, jika suatu saat kita tergelincir pada perbuatan dosa dan maksiat karena lemahnya kita sebagai manusia, maka ketahuilah bahwa Allah ﷻ Dzat Yang Maha Pengampun sangat senang ketika seorang hamba yang berdosa bertobat dan kembali kepadaNya.

بارك الله لي ولكم في القرآن والسنة، ونفعني وإياكم بما فيهما من الآيات والذكر والحكمة، أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات من كل ذنب واستغفروه إنه هو الغفور ذو الرحمة

Khutbah Kedua

الحمد لله على إحسانه، والشُّكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحدَه لا شريك له تعظيمًا لشأنه، وأشهد أنَّ محمَّدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلَّى الله عليه وعلى آله وصحابته وسلَّم تسليمًا كثيرًا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Sekali lagi, istighfar adalah jaminan keamanan untuk kita para penduduk bumi, jaminan keamanan dan perlindungan dari adzab dan murka Allah ﷻ.

Mari perbanyak beristighfar kepada Allah ﷻ atas dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Rasulullah ﷺ orang yang sudah dijamin masuk surga, yang dijamin terjaga dari dosa, beliau beristighfar dalam sehari lebih dari 70 kali, lalu bagaimana dengan kita?

Jangan menunda-nunda tobat dan istighfar, jangan hanya berangan-angan akan mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Allah ﷻ tanpa melakukan sebab-sebab yang seharusnya kita lakukan; karena kita tidak pernah tahu kapan ajal kita akan tiba, jangan sampai kita datang menghadap Allah ﷻ dengan tangan hampa.

Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:

إن قوماً ألهتهم أماني المغفرة، رجاء الرحمة، حتى خرجوا من الدنيا وليست لهم أعمال صالحة.

“Sungguh suatu kaum terlena oleh angan-angan untuk mendapatkan ampunan, mengharapkan kasih sayang Allah ﷻ sampai dia keluar dari dunia ini tanpa membawa amal shalih.”

يقول أحدهم: “إني لأحسن الظن بالله وأرجو رحمة الله”  وكذب.

“Salah seorang dari mereka berkata: ‘Sungguh aku berbaik sangka kepada Allah ﷻ, dan aku mengharapkan kasih sayang Allah ﷻ,’ dan dia berdusta.”

ولو أحسن الظن بالله لأحسن العمل لله، ولو رجا رحمة الله لطلبها بالأعمال الصالحة

“Jika dia memang berbaik sangka kepada Allah ﷻ niscaya dia akan membaguskan amalannya, dan jika dia memang mengharapkan kasih sayang Allah ﷻ niscaya dia akan mengejarnya dengan amal-amal shalih.”

يوشك من دخل المفازة (الصحراء) من غير زاد ولا ماء أن يهلك.

Orang yang masuk ke gurun pasir tanpa bekal dan air berarti dia sudah dekat dengan kebinasaan.”

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات.

اللهم لا تردنا من هذا المقام إلا بذنب مغفور وسعي مشكور وتجارة لن تبور

اللهم اغفر لنا الذنوب التي تهتك العصم، واغفر لنا الذنوب التي تنزل النقم، واغفر لنا الذنوب التي تحبس الدعاء، واغفر لنا الذنوب التي تقطع الرجاء، واغفر لنا الذنوب التي تُنزل البلاء، واغفر لنا الذنوب التي تبدل النعم، واغفر لنا الذنوب التي تُنزل النقم.

اللهم ارفع عن إندونسيا الغلاء والوباء والبلاء وعن جميع بلاد المسلمين

اللهم اقبلنا وتقبل منا وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ ۝ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ ۝ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Referensi

Referensi
1Tema ini terinspirasi dari khutbah Syaikh Muhammad Hassan yang terjemah dan susun ulang dengan banyak perubahan dan tambahan

Mohammad Ridwanullah

Founder www.zaad.my.id | Author | Web Developer | Alumni Darul Ihsan Sana Daja & Ma'had Al-Ittihad Al-Islami Camplong. Melanjutkan pendidikan S1 Fakultas Syariah di LIPIA Jakarta. Melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syariah jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh di LIPIA Jakarta.

Tinggalkan Balasan